JAKARTA – Melanjutkan agenda pematangan konsep acara, Panitia Pelaksana (Panlak) Temu Nasional (Tenas) PADK 2026 kembali turun ke lapangan pada Selasa (17/2/2026).
Survei lanjutan ini difokuskan untuk memastikan kelayakan teknis dan kapasitas destinasi wisata bagi estimasi 300 peserta Tenas PADK 2026 yang akan hadir.
Tim survei kali ini dipimpin oleh Kak Lia dari Bidang Acara, didampingi oleh Kak Yudi Brandjangan dan Kak Bambang Hirawan dari Bidang Logistik, serta ditemani oleh Kak Nunung. Rombongan menyisir tiga lokasi ikonik Jakarta: Monumen Nasional (Monas), Planetarium Jakarta, dan Masjid Istiqlal.
Tantangan Kapasitas di Monas dan Planetarium
Dari hasil peninjauan lapangan, panitia menemukan fakta bahwa tidak semua destinasi wisata siap menampung rombongan besar (300 orang) secara bersamaan dalam waktu terbatas. Di Monas, panitia memutuskan untuk membatasi kunjungan hanya sampai area Cawan dan Diorama saja.
"Tidak dimungkinkan untuk membawa 300 peserta naik hingga ke Puncak Monas. Keterbatasan lift akan memakan waktu 4 hingga 5 jam hanya untuk antrean naik-turun, yang tentunya akan mengganggu rundown acara lain," ungkap Kak Lia.
Sementara itu, Planetarium Jakarta terpaksa dikesampingkan dari opsi kunjungan. Alasannya cukup krusial. Yang pertama adalah terkait jadwal. Planetarium hanya melayani kunjungan rombongan pada hari Senin–Kamis, sedangkan agenda wisata Tenas jatuh pada hari Sabtu (yang dikhususkan untuk pengunjung umum perorangan).
Selain itu, yang kedua adalah berkaitan dengan kapasitas. Ruang pertunjukan hanya mampu menampung 200 orang. Kapastitas tersebut di bawah jumlah peserta Tenas PADK 2026 yang diprediksi akan hadir.
Lampu Hijau di Istiqlal
Kabar baik datang dari survei ke Masjid Istiqlal. Lokasi ini dinilai sangat memadai untuk menjadi salah satu titik singgah. Peserta dijadwalkan dapat melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah dan mengunjungi Terowongan Silaturahmi yang ikonik. Panitia Segera menindaklanjuti hal ini dengan mengirimkan surat permohonan resmi kepada pengelola.
Cari Alternatif "Khas Jakarta" Lainnya. Menyikapi hasil survei ini, panitia menegaskan komitmennya untuk tidak berhenti mencari opsi terbaik.
"Ternyata tidak semua destinasi mampu menampung 300 orang sekaligus dengan nyaman. Namun, panitia akan terus mencari info tempat-tempat lain agar peserta Tenas tetap dapat menikmati 'kekhususan' destinasi di Jakarta secara menyeluruh," tambah perwakilan Bidang Logistik.
Ke depan, panitia akan melakukan survei lanjutan untuk menghitung durasi perjalanan (travel time) antar-lokasi secara akurat guna memastikan presisi waktu saat hari H. Laporan ini juga sekaligus menjadi bahan diskusi dan permohonan masukan dari Ketua serta jajaran Panlak lainnya.
