Dalam sejarahnya, anggota Gerakan Pramuka terlibat dalam pembangunan jalan raya di berbagai kota termasuk Jakarta. Kala itu, di awal masa-masa pembangunan Indonesia, Gerakan Pramuka memang dilibatkan di berbagai sektor.
Tangan-tangan para Pramuka itu membangun jalan yang membentang dari simpang Matraman Raya sampai menjelang simpang Bypass, Rawamangun, Jakarta Timur. Saat ini jalan yang diberi nama Jalan Pramuka menjadi salah satu jalur sibuk di Jakarta.
Para Pramuka itu dilibatkan secara bergiliran sesuai cabang kegiatan mereka untuk membantu penyelesaian proyek pembangunan jalan itu. Setidaknya saat itu, setiap hari terdapat 4 rombongan Pramuka yang diterjunkan dalam membangun jalan, dan ditargetkan bisa selesai pada 14 Agustus 1965. Para Pramuka dan para pekerja proyek bekerja siang malam menyelesaikannya.
Para Pramuka yang dilibatkan dalam pembangunan jalan itu diambil dari tingkat daerah sampai nasional. Bahkan para pembina mereka juga turut dilibatkan dalam proyek itu. Kegiatan itu disebut sebagai Perkemahan Wirakarya, gagasan asli dari Bapak Pramuka, Kak Sultan Hamengkubuwono IX.
Setelah bekerja siang malam guna mengejar jadwal yang telah ditentukan, akhirnya jalan itu selesai tepat waktu. Jalan itu kemudian diresmikan secara langsung oleh Presiden Soekarno.
Sebagai bentuk apresiasi, peresmian Jalan Pramuka Jakarta dilakukan secara besar-besaran. Peresmian jalan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Dwikora.
Peresmian Jalan Pramuka dilakukan dengan upacara besar dan dihadiri oleh seluruh menteri Kabinet Dwikora dan para perwakilan negara sahabat. Saat itu Wakil Perdana Menteri Dr. Chairul Saleh dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX selaku Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, turut menghadiri upacara peresmian Jalan Pramuka.
Itulah salah satu bentuk warisan gerakan Pramuka di Indonesia. Nama Jalan Pramuka tidak hanya diabadikan di Kota Jakarta, tetapi juga di beberapa kota di Indonesia. Hal tersebut merupakan apresiasi atas kontribusi gerakan Pramuka untuk bangsa Indonesia.
Berbagai Sumber