Momentum Regroup Pasca-Lebaran, Panitia Tenas PADK 2026 Pertajam Teknis Penyelenggaraan


Tenas PADK -- Mengambil momentum hangatnya suasana Idulfitri, Panitia Pelaksana Temu Nasional (Tenas) Purna Aktivis Dewan Kerja (PADK) ke-22 menggelar pertemuan khusus pada Sabtu, 4 April 2026. Bertempat di Gedung Kwarda DKI Jakarta, agenda ini mempertemukan jajaran panitia dalam bingkai Halal Bihalal sekaligus menjadi ajang regrouping setelah masa libur panjang hari raya.

Pertemuan ini menjadi sangat krusial mengingat Jakarta akan menjadi titik kumpul purna aktivis dewan kerja dari seluruh Indonesia pada 16-19 Oktober 2026 mendatang. Suasana kekeluargaan mewarnai jalannya acara, namun tetap kental dengan nuansa profesionalisme organisasi dalam menatap agenda besar yang tersisa beberapa bulan lagi.

Secara umum, pertemuan ini difokuskan pada penguatan koordinasi antar-bidang. Setelah melewati fase perencanaan awal, setiap divisi dalam kepanitiaan kini mulai melakukan penyelarasan gerak. Fokus utama adalah melihat sejauh mana perkembangan survei lapangan dan data awal yang telah dihimpun oleh tim pelaksana guna memastikan setiap kebutuhan teknis dapat terakomodasi dengan baik.

Ketua Panitia, Syamsul Huda (Jakarta), bersama Sekretaris Fitrah Kurnia (Jakarta Selatan), memandu jalannya diskusi yang melibatkan keterwakilan personel dari berbagai daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Barat, hingga Kalimantan Timur. Keterlibatan personel lintas provinsi ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam merumuskan skema pelayanan bagi peserta yang nantinya juga akan datang dari latar belakang daerah yang beragam.

Selain aspek silaturahmi, forum ini juga menjadi wadah bagi setiap bidang untuk memaparkan garis besar rencana kerja ke depan. Mulai dari urusan kesekretariatan, strategi publikasi yang dipimpin oleh tim Humas, hingga kesiapan logistik dan kesehatan. Pemaparan umum ini bertujuan agar setiap koordinator bidang memiliki frekuensi yang sama mengenai standar operasional kegiatan di Jakarta.

Gedung Kwarda DKI Jakarta sebagai lokasi pertemuan menegaskan peran strategis tuan rumah dalam memfasilitasi kebutuhan koordinasi fisik panitia. Meski detail teknis masih terus digodok secara internal, pertemuan ini telah memberikan gambaran jelas mengenai kesiapan kolektif panitia dalam menjamu para alumni pimpinan pramuka penegak dan pandega se-Indonesia.

Langkah regrouping pasca-lebaran ini dipandang sebagai fase transisi penting bagi panitia untuk beralih ke tahap persiapan yang lebih intensif. Dengan terbentuknya kesepahaman dalam pertemuan ini, langkah-langkah strategis selanjutnya akan difokuskan pada pematangan skema pendaftaran dan koordinasi lokasi. Informasi resmi mengenai alur kegiatan akan dipublikasikan secara bertahap melalui kanal komunikasi yang telah disiapkan oleh panitia.












Ads
Lebih baru Lebih lama