Sinergi Lintas Generasi: Mengupas Kesiapan Jakarta Menuju Temu Nasional PADK Ke-22


Tenas PADK -- Peta jalan menuju perhelatan Temu Nasional (Tenas) Purna Aktivis Dewan Kerja (PADK) ke-22 kini memasuki babak baru. Panitia pelaksana secara resmi merilis susunan kepengurusan yang akan mengawal agenda besar tersebut. Jakarta telah ditetapkan sebagai titik temu bagi para alumni pimpinan pramuka penegak dan pandega dari seluruh penjuru tanah air pada 16 hingga 19 Oktober 2026 mendatang.

Penunjukan Jakarta sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Sebagai pusat gravitasi organisasi, Jakarta dinilai memiliki infrastruktur yang memadai untuk menampung ratusan purna aktivis dari berbagai masa bakti. Berdasarkan data kepanitiaan yang diterima redaksi, struktur organisasi yang dibentuk menunjukkan adanya upaya kolaborasi lintas provinsi yang cukup kontras.

Di posisi pengarah atau Steering Committee, deretan nama senior seperti Kak Wahyu Adi, Kak Ratiyono, Kak Triadi, Kak Noor Silvany, hingga Kak Ai Maria duduk untuk memastikan standar penyelenggaraan tetap berada pada koridor organisasi. Kehadiran para tokoh ini menjadi representasi pengalaman panjang dalam pengelolaan dinamika organisasi kepanduan di Indonesia.

Secara teknis, operasional kegiatan berada di bawah komando Syamsul Huda (Jakarta) sebagai Ketua Panitia, didampingi Fitrah Kurnia KIM (Jakarta Selatan) di posisi Sekretaris. Untuk mengelola anggaran kegiatan, panitia menempatkan Wiwin Dwi Asiani (Jakarta Selatan) dan Noor Fajriah (Jakarta Pusat) di pos Bendahara.

Menarik untuk dicermati adalah keberagaman latar belakang daerah para pengurus bidang. Di sektor publikasi dan informasi, terdapat nama Yudha Adyaksa dari Jakarta Pusat yang bersinergi dengan Tipuk Satiotomo dari Jawa Tengah. Sementara di bidang administrasi peserta, Rasyid Ridla asal Jakarta bekerja sama dengan Ika Kawamilah dari Jawa Tengah.


Sektor dokumentasi visual akan dikawal oleh tim dari Kalimantan Timur, Misbah, bersama Tjetjep Rustandi dari Jakarta Selatan. Keragaman ini juga terlihat jelas pada tim penyusun acara yang melibatkan delegasi dari Sumatera Barat (Rio Ashadi), Jawa Timur (Alien Yuliani Puspita), hingga Depok dan Jakarta. Formasi ini mengindikasikan bahwa Tenas ke-22 tidak hanya menjadi hajatan warga Jakarta, melainkan representasi kolektif dari berbagai wilayah di Indonesia.

Agenda yang dijadwalkan selama empat hari tersebut dirancang mencakup berbagai segmen, mulai dari seremoni pembukaan, aksi bakti sosial, talk show interaktif, hingga agenda wisata untuk mengenalkan wajah terbaru ibu kota kepada para peserta. Dari sisi logistik, tim akomodasi yang dipimpin Yudi Brandjangan (Kalimantan Timur) bersama tim dari Bekasi dan Jakarta telah memetakan kebutuhan transportasi serta penginapan bagi peserta luar daerah.

Aspek keselamatan juga tidak luput dari pantauan. Dua tenaga medis, Dr. Dyani Kusumowardhani (Jakarta Pusat) dan Dr. Susilaningrum (Jawa Tengah), ditempatkan khusus untuk mengawal posko kesehatan dan layanan ambulans selama kegiatan berlangsung.

Dengan struktur yang telah terpetakan secara mendalam, konsentrasi panitia saat ini beralih pada pematangan teknis pendaftaran dan koordinasi lokasi. Pertemuan ini diprediksi akan menjadi salah satu ajang konsolidasi purna aktivis terbesar dalam satu dekade terakhir, mengingat masa bakti para panitia dan peserta yang mencakup rentang waktu yang sangat luas. Semua informasi terkait alur pendaftaran dan detail teknis lainnya akan terus diperbarui melalui platform komunikasi resmi organisasi.

Ads
Lebih baru Lebih lama