"Ada tempat-tempat di muka bumi ini yang bukan sekadar titik koordinat di peta, melainkan brankas penyimpanan memori tentang bagaimana idealisme dan mimpi-mimpi besar pertama kali dipertaruhkan."
Tenas PADK - Di antara sekian banyak agenda megah yang disiapkan dalam perhelatan Temu Nasional (Tenas) Purna Aktivis Dewan Kerja (PADK) ke-22, ada satu titik singgah yang memiliki resonansi emosional paling kuat bagi para peserta: Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur. Ketika roda bus peserta memasuki gerbang kawasan seluas ratusan hektare tersebut pada hari pertama pelaksanaan nanti, waktu seolah berputar mundur ke dekade-dekade ke belakang.
Bagi seorang Purna Aktivis dan Dewan Kerja, Cibubur bukan sekadar hamparan lahan hijau atau barisan pohon pinus yang rindang. Tempat ini adalah titik nol dari sebuah fase pembentukan karakter yang paling membekas dalam hidup. Di sinilah tenda-tenda pertama kali ditegakkan dengan pasak yang kadang goyah, di sinilah suara yel-yel kebersamaan memecah dinginnya malam, dan di sinilah kepemimpinan kolektif diasah melalui peluh, tanggung jawab, serta dinamika organisasi Kepramukaan.
"Waktu boleh mengubah uban di pelipis dan menambah kesibukan di dunia nyata, tetapi aroma tanah basah dan desir angin pinus Cibubur selalu tahu cara menghidupkan kembali jiwa muda seorang Pramuka."
Napak tilas ke Buperta Cibubur dirancang bukan sekadar sebagai agenda bernostalgia tanpa arah. Lebih dari itu, kunjungan ini berfungsi sebagai ruang refleksi kolektif. Menapaki kembali jalur-jalur perkemahan yang dulu pernah dilewati dengan seragam Pramuka basah kuyup karena hujan atau kepulan asap api unggun , menghadirkan kembali kesadaran mendalam tentang dari mana mereka berasal.
Di bawah naungan pohon-pohon pinus yang sama, para purna aktivis dari berbagai generasi dan latar belakang daerah akan berdiri berdampingan. Perbedaan status sosial, jabatan hari ini, atau jarak tahun masa bakti lebur seketika. Yang tersisa hanyalah rasa senasib sepenanggungan sebagai bagian dari keluarga besar penggerak dewan kerja.
Agenda emosional di Cibubur ini menjadi pembuka yang sangat tepat sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju dinamika urban modern ibu kota. Sebab, sebelum seseorang melangkah jauh menyongsong masa depan, ia harus selalu tahu cara pulang untuk memeluk akar masa lalunya.