"Menyatu dengan kearifan lokal di tepi danau Setu Babakan menghadirkan kedamaian tersendiri, merajut kembali kebersamaan lewat irama tarian tradisional dan kelezatan kuliner nusantara."
Tenas PADK -- Rangkaian agenda hari kedua Temu Nasional (Tenas) Purna Aktivis Dewan Kerja (PADK) ke-22 pada Sabtu, 17 Oktober 2026, terus mengalir dalam dinamika yang penuh kehangatan. Selepas menaklukan ketinggian Menara Thamrin, perjalanan rombongan berlanjut menuju destinasi kultural di ujung selatan ibu kota: Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan.
Selama perjalanan menuju lokasi, efisiensi waktu tetap terjaga di mana para peserta menyantap makan siang berupa kotak (lunch box) langsung di dalam bus masing-masing. Setibanya di kawasan Setu Babakan, ritual rutin yang tidak pernah terlewatkan langsung dilakukan, yakni sesi foto bersama sebagai penanda kebersamaan kontingen.
Selepas sesi dokumentasi tersebut, para peserta bergabung bersama kelompok 1 dan 2 untuk menyaksikan secara langsung pertunjukan tarian khas Betawi yang disajikan secara memukau. Gemulai gerakan penari dan alunan musik tradisional menyedot perhatian seluruh purna aktivis yang hadir.
Usai menikmati suguhan seni budaya, para peserta menyempatkan diri untuk menunaikan ibadah salat, sekaligus berkeliling mencicipi berbagai produk kuliner serta jajanan khas UMKM lokal yang dijajakan di sekitar kawasan Setu Babakan. Suasana santai dan penuh keakraban ini benar-benar mencairkan penat setelah seharian mengikuti agenda padat.Menjelang pukul 14.30 WIB, rangkaian kunjungan di Setu Babakan harus purna. Seluruh rombongan kembali bergerak menaiki bus untuk bertolak kembali menuju hotel. Setibanya di tempat peristirahatan, peserta langsung bersiap-siap untuk menyambut kemeriahan acara puncak di malam hari: Malam Kebudayaan Betawi di Balai Agung DKI Jakarta.



