Pesan Inspiratif Wagub di Malam Keakraban: Zaman Berubah, Semangat Kepedulian Pramuka Harus Tetap Menyala!

"Malam keakraban bukan sekadar jamuan ramah tamah, melainkan ruang mempertemukan kembali denyut pengabdian para purna aktivis di bawah sorot lampu kemegahan Balai Agung ibu kota."

Tenas PADK -- Rangkaian acara Temu Nasional (Tenas) Purna Aktivis Dewan Kerja (PADK) ke-22 di Jakarta memasuki salah satu puncak acara yang paling dinanti: Malam Kebudayaan Betawi dan ramah tamah yang dihelat di Balai Agung, Sabtu (17/10/2026).


Perjalanan rombongan peserta diberangkatkan dari Tavia Heritage Hotel pukul 17.32 WIB dan tiba dengan tertib di Balai Agung pada pukul 17.55 WIB. Setibanya di lokasi, para peserta langsung disambut dengan pengawalan protokol yang rapi serta sambutan khas dari jajaran pramuka berjas rapi yang berdiri di sisi kiri dan kanan pintu masuk. Sambil menanti kedatangan tamu kehormatan, para purna aktivis tampak antusias mengisi tempat duduk sesuai dengan pengaturan protokoler yang telah ditentukan.

Tepat pukul 18.30 WIB, suasana ruang utama semakin bergemuruh ketika Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta tiba bersama Sekretaris Jenderal Kwarnas, Kak Ratiyono, Kak Syamsul Huda, serta jajaran pengurus lainnya. Kehadiran Kak Beno selaku Staf Khusus Gubernur turut menambah khidmat dan meriahnya jajaran tamu undangan di malam tersebut.


Acara resmi dibuka dengan pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan lantunan Hymne Pramuka yang membakar semangat nasionalisme, serta suguhan tarian tradisional Betawi yang memukau. Setelah doa bersama yang dipimpin oleh Kak Arief, rangkaian acara inti diisi dengan sambutan hangat dari Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Dalam arahannya, Wagub menyampaikan sejumlah poin penting dan inspiratif bagi para peserta:

Ucapan Selamat Datang: Menyambut hangat kehadiran seluruh peserta Purna Aktivis Dewan Kerja (PADK) ke-22 dari berbagai penjuru nusantara.

  1. Apresiasi Kepercayaan: Menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada DKI Jakarta sebagai tuan rumah penyelenggaraan Tenas PADK tahun ini.
  2. Nostalgia Jakarta: Mengajak para peserta mengenang kembali memori masa lalu di bumi perkemahan Cibubur.
  3. Wajah Baru Jakarta: Mengulas kembali rekam jejak perjalanan peserta yang telah menikmati dinamika urban seperti PIK, Agora Sky Garden, hingga Setu Babakan.
  4. Transformasi Kota Global: Menekankan bahwa meskipun Jakarta bertransformasi menjadi kota global dan zaman terus berubah, tanggung jawab, kepedulian, dan semangat pengabdian harus senantiasa ditingkatkan.
  5. Peringatan Hari Kebudayaan Nasional: Menginformasikan bahwa bertepatan dengan hari kebudayaan nasional, sebanyak 97 sultan dan raja turut hadir di Jakarta (meski beberapa daerah berhalangan hadir karena kendala kabut asap).
  6. Undangan Spesial ke Lapangan Banteng: Memaparkan bahwa di Lapangan Banteng tengah berlangsung perunjukan budaya, di mana esok hari akan digelar parade akbar bersama para naga dan sultan nusantara mengenakan pakaian kebesaran untuk memperingati Hari Kebudayaan Nasional. Wagub juga mengajak peserta PADK yang memiliki waktu luang untuk menyempatkan hadir ke Lapangan Banteng malam ini.

Sambutan inspiratif tersebut ditutup dengan pesan agar malam ramah tamah ini berjalan lancar, selamat menikmati hidangan yang disajikan, serta berharap keberadaan PADK terus memberikan kemanfaatan nyata di daerah masing-masing. Acara sambutan kemudian ditutup secara manis dengan pantun khas oleh Bapak Wakil Gubernur, menandai dimulainya malam keakraban yang penuh gelak tawa dan kehangatan antar purna aktivis se-Indonesia.



Ads
Lebih baru Lebih lama